cerita lengkap sekaligus itinerary 3 hari di Sumatera Selatan: Bumi Sriwijaya
medusatoto Sumatera Selatan punya julukan “Bumi Sriwijaya”, karena dulunya merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya yang terkenal pada abad ke-7 hingga ke-13. Julukan ini bukan sekadar nama, tapi menggambarkan kaya budaya, sejarah, dan perairannya yang luas. Sungai Musi yang membelah Palembang sampai sekarang masih menjadi nadi kehidupan masyarakatnya. Kota Palembang dikenal dengan jembatan Ampera, pempek yang melegenda, dan budaya tradisional seperti tari Gending Sriwijaya.
Itinerary 3 Hari
Hari 1: Menyusuri Palembang dan Sungai Musi
Pagi hari, kamu tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Langsung deh menuju hotel untuk menaruh barang, tapi jangan terlalu lama, karena Palembang menunggu.
-
Sarapan khas Palembang: Pempek kapal selam dengan kuah cuko asam manis. Aroma ikan yang segar dan pedas manis kuahnya bikin pagi terasa hidup.
-
Jalan-jalan ke Jembatan Ampera: Ikon kota yang membelah sungai Musi. Sambil berjalan, kamu bisa lihat kapal-kapal tradisional ketek yang berlayar, membawa penumpang dan barang, menambah nuansa hidup kota.
-
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II: Untuk menengok sejarah Palembang, melihat artefak kerajaan, senjata tradisional, dan peninggalan budaya Sriwijaya.
-
Makan siang di tepi Sungai Musi: Ada banyak restoran yang menawarkan pempek, tekwan, dan model. Duduk di tepi sungai sambil menonton kapal lewat benar-benar santai.
-
Kapal wisata sore hari: Naik kapal menyusuri Sungai Musi saat matahari mulai turun. Lihat lampu-lampu kota yang mulai menyala, dan pemandangan jembatan Ampera dari air sungai benar-benar menakjubkan.
Malamnya, cicipi kuliner malam Palembang seperti martabak HAR atau es kacang merah, lalu kembali ke hotel.
Hari 2: Menyatu dengan Alam dan Budaya
Pagi hari, berangkat lebih awal menuju Benteng Kuto Besak. Bangunan ini menyimpan sejarah kolonial Belanda dan Kerajaan Palembang. Foto-foto di sini wajib, apalagi dengan latar sungai yang luas.
-
Pasar 16 Ilir: Rasakan suasana pasar tradisional Palembang, cicipi jajanan lokal seperti kemplang, atau beli oleh-oleh khas.
-
Perjalanan ke Lahat / Pagar Alam: Siapkan sekitar 2–3 jam perjalanan dari Palembang. Pagar Alam terkenal dengan pegunungan, perkebunan teh, dan air terjun yang memesona.
-
Air Terjun Curup Ogan: Nikmati segarnya air dan hijau pepohonan sekitar. Jangan lupa bawa kamera karena pemandangan benar-benar Instagramable.
-
Perkebunan Teh Sidomulyo: Berjalan di antara barisan tanaman teh sambil menghirup udara segar pegunungan.
Malamnya, menginap di Pagar Alam atau Lahat, rasakan suasana desa dan pegunungan yang berbeda dari kota.
Hari 3: Kembali ke Palembang & Santai
Pagi, kamu bisa menikmati sunrise di Pagar Alam jika masih sempat. Suasana pagi di pegunungan dengan kabut tipis dan suara burung sangat menenangkan.
-
Sarapan lokal: Mencicipi kue basah khas Palembang seperti kue maksuba atau kue delapan jam yang manis legit.
-
Perjalanan kembali ke Palembang. Di perjalanan, bisa berhenti untuk beli oleh-oleh khas seperti kerupuk ikan, pempek, atau songket Palembang.
-
Sore hari, jika masih ada waktu, berjalan santai di sekitar Jalan Jenderal Sudirman atau menikmati kopi lokal di kafe tepi Musi sebelum menuju bandara untuk kembali.
