Itinerary 3 Hari di Provinsi Lampung – Tanah Lada
Hari 1 — Menyapa Lampung dari Laut
Perjalanan dimulai pagi hari saat Lampung masih terasa segar. Setelah tiba di Bandar Lampung medusatoto, kamu langsung disambut aroma laut dan angin pantai yang khas. Tanpa berlama-lama, arahkan kendaraan menuju Pantai Mutun atau Pantai Sari Ringgung, dua pantai favorit yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kota.
Di sini, lautnya tenang dan airnya jernih. Kamu bisa duduk di tepi pantai, bermain air, atau naik perahu kecil ke Pasir Timbul—hamparan pasir putih yang muncul di tengah laut saat air surut. Rasanya seperti berdiri di lautan luas tanpa batas, cocok untuk foto dan sekadar menikmati suasana.
Siang hari, perut mulai minta diisi. Kembali ke kota, mampirlah ke rumah makan lokal untuk mencicipi seruit, makanan khas Lampung berupa ikan bakar dengan sambal dan lalapan. Pedasnya menggigit, tapi justru bikin nagih.
Sore menjelang malam, kunjungi Bukit Sakura Kemiling atau Bukit Aslan. Dari atas bukit, kota Bandar Lampung terlihat berkilau perlahan saat matahari tenggelam. Malam ditutup dengan jalan santai di kota dan istirahat untuk perjalanan esok hari.
Hari 2 — Hutan, Gajah, dan Sunyi Way Kambas
Hari kedua dimulai lebih pagi. Tujuanmu hari ini adalah Taman Nasional Way Kambas, sekitar 2–3 jam perjalanan dari Bandar Lampung. Di sepanjang jalan, suasana kota perlahan berubah menjadi hamparan hijau yang menenangkan.
Sesampainya di Way Kambas, udara terasa lebih sejuk dan sunyi. Kamu akan mengunjungi Pusat Konservasi Gajah, melihat gajah-gajah jinak yang dirawat dan dilatih. Melihat mereka berjalan pelan di tengah alam terbuka memberi perasaan hangat dan kagum—seolah waktu berjalan lebih lambat di sini.
Setelah puas berkeliling, nikmati makan siang sederhana di sekitar kawasan taman nasional. Sore hari bisa digunakan untuk berjalan santai atau sekadar duduk menikmati alam, jauh dari bising kota dan notifikasi ponsel.
Menjelang malam, kamu bisa menginap di penginapan sekitar Way Kambas atau kembali perlahan ke arah kota. Hari ini ditutup dengan rasa lelah yang menyenangkan—lelah karena alam, bukan karena hiruk-pikuk.
3 — Budaya, Oleh-oleh, dan Perpisahan
Hari terakhir dimulai dengan tempo yang lebih santai. Kembali ke Bandar Lampung, arahkan langkah ke Museum Lampung Ruwa Jurai. Di sini kamu akan mengenal budaya Lampung lebih dekat—dari kain tapis yang anggun, rumah adat, hingga cerita tentang masyarakat Sai Batin dan Pepadun.
Setelah itu, saatnya berburu oleh-oleh. Mampirlah ke pusat oleh-oleh untuk membeli keripik pisang, kopi Lampung, atau sambal khas Lampung. Sederhana, tapi penuh rasa, seperti kenangan perjalananmu.
Menjelang sore, tutup perjalanan dengan mengunjungi Pantai Duta Wisata atau area tepi laut kota. Duduk diam sambil menatap laut, mengingat kembali tiga hari yang terasa singkat namun penuh cerita—laut yang biru, hutan yang sunyi, gajah yang tenang, dan senja yang hangat.
Lampung tidak berteriak untuk diperhatikan. Ia hadir pelan, tapi meninggalkan kesan yang dalam.
