adat istiadat Sulawesi Tenggara
-
1. Mosehe (Upacara Penyucian Diri)
Suku Tolaki melaksanakan ritual Mosehe untuk menyucikan diri dari kesalahan atau peristiwa buruk yang terjadi dalam kehidupan seseorang maupun masyarakat. Mereka mengadakan ritual ini sebelum acara besar, seperti pernikahan, pelantikan pemimpin adat, atau ketika desa mengalami bencana. Masyarakat mengorbankan seekor ayam atau kambing dan memercikkan darahnya ke tanah sebagai simbol pembersihan dan penolakan bala.
2. Posuo (Pingitan Gadis Buton)
Masyarakat Buton mengadakan tradisi Posuo sebagai tanda kedewasaan seorang gadis sebelum menikah. Mereka mengisolasi gadis-gadis tersebut di dalam rumah atau ruangan khusus selama beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada tradisi keluarga. Selama masa pingitan, mereka mengajarkan tata krama, etika, dan nilai-nilai kehidupan dalam rumah tangga. Setelah masa pingitan selesai, keluarga dan masyarakat menggelar upacara perayaan sebagai bentuk pengakuan bahwa gadis tersebut telah siap menjadi seorang istri.
3. Mosehe Wonua (Ritual Pembersihan Kampung)
Suku Tolaki mengadakan Mosehe Wonua untuk membersihkan kampung dari hal-hal negatif, seperti wabah penyakit, bencana alam, atau peristiwa buruk lainnya. Mereka menyembelih ayam atau kambing dan memercikkan darahnya ke berbagai sudut kampung sebagai simbol penyucian. Tetua adat atau pemuka agama memimpin prosesi ini, sementara masyarakat mengikuti dengan doa bersama agar kampung tetap aman dan tenteram.
4. Karia (Upacara Kedewasaan Anak Laki-laki Suku Muna)
Suku Muna melaksanakan upacara Karia sebagai tanda bahwa seorang anak laki-laki telah memasuki masa kedewasaan. Mereka mendandani anak-anak laki-laki yang akan disunat dengan pakaian adat khas Muna, lalu mengarak mereka keliling kampung sebelum menjalani proses khitan. Setelah prosesi selesai, keluarga mengadakan pesta syukuran dan mengundang kerabat serta tetangga untuk merayakan momen penting ini.
5. Pekande-kandea (Tradisi Makan Bersama)
Masyarakat Buton menggelar tradisi Pekande-kandea saat acara adat atau perayaan besar. Mereka menyajikan makanan di atas nampan besar dan mengajak para tamu undangan untuk makan bersama. Salah satu ciri khas dari tradisi ini adalah hidangan khas seperti kasuami (olahan singkong), ikan bakar, dan lauk-pauk khas Buton. Melalui tradisi ini, mereka mempererat kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan menunjukkan penghormatan kepada tamu.
baca selengkap nya di Medusatoto