Hari 1 – Kota Serang & Banten Lama
Julukan: “Tanah Jawara”
Pagi hari kamu mulai dari Kota Serang, pusat pemerintahan Banten. Langsung menuju kawasan Banten Lama, destinasi sejarah paling ikonik di provinsi ini. Kamu bisa mengunjungi Masjid Agung Banten yang menjadi simbol kejayaan Kesultanan Banten dan selalu ramai peziarah. Tidak jauh dari sana ada Keraton Surosowan, reruntuhan istana kesultanan yang menyimpan banyak cerita masa lalu. Setelah itu mampir ke Benteng Speelwijk, peninggalan kolonial Belanda yang dulunya digunakan untuk mengontrol jalur perdagangan.
Siang hari, nikmati kuliner khas Banten seperti rabeg (olahan daging kambing bercita rasa rempah kuat) dan sate bandeng yang terkenal unik karena durinya dihilangkan. Sore hari bisa santai di alun-alun atau menyusuri kawasan lama sambil menikmati suasana religi dan sejarah. Malamnya istirahat di Serang atau Cilegon.
Hari 2 – Anyer & Cilegon
Julukan: “Gerbang Pulau Jawa”
Hari kedua fokus ke wisata alam pantai. Pagi-pagi berangkat ke Pantai Anyer, salah satu pantai paling terkenal di Banten. Kamu bisa menikmati pasir pantai, melihat Selat Sunda, dan kalau cuaca cerah bisa melihat siluet Gunung Krakatau dari kejauhan. Aktivitas favorit di sini biasanya berenang ringan, foto-foto, atau sekadar duduk santai menikmati angin laut.
Setelah makan siang seafood, lanjut ke Mercusuar Anyer yang punya nilai sejarah tinggi karena dibangun ulang setelah tsunami Krakatau. Sore hari bergeser ke Cilegon, kota industri yang dikenal sebagai kota baja. Kamu bisa menikmati suasana kota atau berburu kuliner malam khas Banten dan Sunda. Malam hari istirahat untuk persiapan perjalanan esok.
Hari 3 – Pandeglang & Taman Nasional Ujung Kulon
Julukan: “Rumah Badak Jawa”
Hari terakhir diisi dengan petualangan alam. Dari pagi, berangkat ke Pandeglang menuju kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Tempat ini terkenal sebagai habitat Badak Jawa, satwa langka yang hanya tersisa di Indonesia. Meski tidak bisa melihat langsung badaknya, kamu bisa menikmati keindahan alam berupa hutan, pantai alami, dan suasana yang masih sangat asri.
Alternatif yang lebih ringan, kamu bisa ke Pulau Peucang atau Pulau Umang untuk snorkeling, menikmati pantai pasir putih, dan laut yang jernih. Sore hari kembali sambil menikmati pemandangan alam Banten yang masih alami sebelum perjalanan pulang.
Provinsi Banten Medusatoto yang dikenal dengan julukan Tanah Jawara menawarkan perpaduan wisata sejarah, alam, dan budaya yang kuat. Dalam perjalanan tiga hari, wisatawan dapat merasakan sisi religius, pesisir, hingga alam liar yang masih sangat alami. Banten cocok untuk perjalanan singkat namun berkesan karena jaraknya strategis dan destinasinya beragam.
Hari pertama dimulai di wilayah Kota Serang, pusat sejarah Kesultanan Banten. Kawasan Banten Lama menjadi tujuan utama karena menyimpan jejak kejayaan masa lalu. Masjid Agung Banten berdiri megah sebagai simbol penyebaran Islam dan pusat spiritual masyarakat, sementara Keraton Surosowan dan Benteng Speelwijk menjadi saksi bisu hubungan perdagangan dan kolonialisme di masa lampau. Suasana kawasan ini kental dengan nuansa religius dan sejarah, menjadikannya tempat yang tepat untuk mengenal identitas Banten sebagai Tanah Jawara yang menjunjung tinggi adat dan keberanian. Perjalanan hari pertama ditutup dengan mencicipi kuliner khas seperti sate bandeng dan rabeg yang mencerminkan kekayaan rasa rempah daerah Banten.
Hari kedua berlanjut ke wilayah pesisir barat, tepatnya Anyer dan Cilegon, yang dikenal sebagai Gerbang Pulau Jawa. Pantai Anyer menyuguhkan panorama Selat Sunda dengan ombak yang relatif tenang dan garis pantai yang panjang. Di sini wisatawan dapat menikmati suasana laut, angin pantai, serta pemandangan Gunung Krakatau dari kejauhan saat cuaca cerah. Keberadaan Mercusuar Anyer menambah nilai historis perjalanan karena bangunan ini menjadi pengingat dahsyatnya letusan Krakatau di masa lalu. Setelah menikmati pantai, perjalanan dilanjutkan ke Kota Cilegon yang dijuluki Kota Baja, mencerminkan kekuatan industri dan perannya sebagai penghubung penting antarwilayah di Pulau Jawa. Perpaduan pantai dan kota industri memberikan kontras menarik dalam satu hari perjalanan.
Hari ketiga menjadi puncak petualangan dengan menjelajahi wilayah Pandeglang dan Taman Nasional Ujung Kulon, yang terkenal sebagai Rumah Badak Jawa. Kawasan ini merupakan salah satu taman nasional tertua di Indonesia dan telah diakui sebagai situs warisan dunia. Keindahan alamnya masih sangat terjaga, dengan hutan tropis, pantai alami, dan laut yang jernih. Meski badak jawa jarang terlihat karena statusnya yang sangat dilindungi, keberadaannya menjadikan Ujung Kulon sebagai simbol penting konservasi alam Indonesia. Wisatawan juga dapat menikmati pulau-pulau kecil seperti Pulau Peucang atau Pulau Umang yang menawarkan suasana tenang, snorkeling, dan keindahan pantai yang masih perawan. Perjalanan hari terakhir ini memberikan pengalaman menyatu dengan alam dan menutup perjalanan dengan kesan mendalam.
Secara keseluruhan, itinerary tiga hari di Provinsi Banten memberikan gambaran lengkap tentang karakter daerah ini. Dari sejarah dan religi di Tanah Jawara, keindahan pantai di Gerbang Pulau Jawa, hingga kekayaan alam di Rumah Badak Jawa, Banten menghadirkan perjalanan singkat yang padat makna dan layak dijadikan destinasi wisata utama di Indonesia.
Tinggalkan Balasan