Maluku Utara
1. Kololi Kie
Masyarakat Maluku Utara, khususnya di Ternate dan Tidore, menjalankan ritual adat Kololi Kie sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur. Mereka mengelilingi gunung atau pulau dengan perahu, bersama para pemimpin adat, tokoh masyarakat, dan warga. Ritual ini bertujuan menjaga keseimbangan alam serta memperoleh berkah. Gunung Gamalama di Ternate sering menjadi pusat pelaksanaan Kololi Kie karena memiliki nilai spiritual yang tinggi.
2. Sasi Laut
Sasi Laut adalah tradisi adat yang bertujuan untuk menjaga kelestarian sumber daya laut. Masyarakat menentukan area tertentu di laut yang dilarang untuk menangkap ikan dalam jangka waktu tertentu. Mereka menerapkan aturan ini agar ekosistem laut tetap terjaga dan populasi ikan berkembang biak dengan baik. Jika seseorang melanggar aturan ini, mereka akan menerima sanksi adat. Selain di laut, masyarakat juga menerapkan tradisi ini di hutan atau kebun, yang disebut sebagai Sasi Darat.
3. Bobeto
Bobeto merupakan prosesi lamaran dalam adat Maluku Utara. Dalam tradisi ini, pihak keluarga laki-laki akan membawa seserahan atau hadiah kepada keluarga calon pengantin perempuan sebagai tanda keseriusan melamar. Seserahan ini biasanya berupa hasil bumi, kain tenun khas, atau perhiasan. Jika pihak perempuan menerima lamaran tersebut, maka prosesi pernikahan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Upacara Bobeto juga mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan karena seluruh keluarga besar ikut terlibat dalam proses ini.
4. Cakalele
Cakalele adalah tarian perang khas Maluku yang melambangkan keberanian, kegagahan, dan semangat juang masyarakat setempat.Para prajurit dulunya menari Cakalele sebelum pergi berperang untuk membangkitkan semangat dan keberanian mereka.. Dalam pertunjukannya, para penari biasanya mengenakan pakaian perang tradisional, seperti ikat kepala merah, baju tanpa lengan, serta membawa parang dan tameng kayu. Masyarakat kini sering menampilkan Cakalele dalam berbagai acara adat, penyambutan tamu penting, hingga festival budaya untuk melestarikan tradisi Maluku Utara.
5. Modapo
Keluarga yang ditinggalkan melakukan upacara berkabung Modapo setelah seseorang meninggal dunia. Mereka melaksanakan serangkaian doa, pengajian, dan makan bersama untuk mengenang dan menghormati almarhum. Dalam adat Maluku Utara, masyarakat melaksanakan Modapo dalam beberapa tahapan, mulai dari pemakaman hingga peringatan pada hari ke-3, ke-7, ke-40, hingga 100 hari setelah kematian. Tradisi ini tidak hanya menghormati orang yang telah meninggal, tetapi juga mempererat hubungan keluarga dan masyarakat.
baca selengkapnya hanya di Gempatoto